Thursday, November 19, 2015

Journey to Jogja - Central Java Part 1

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna.....

Sepenggal lirik lagu berjudul Jogjakarta dari KLA Project tersebut terngiang menjelang keberangkatan kami ke Jogja. Ya kali ini saya dan keluarga ingin pergi ke kota Semarang untuk menghadiri pernikahan salah seorang kerabat disana dan setelahnya kami merencanakan untuk liburan ke Jogja. Kenapa dipilih Jogja karena udah segede gini tuh saya blom pernah injek yang namanya kota Jogja boro-boro Borobudur yang terkenal itu.

Itu sebabnya saya excited banget. Setelah semua persiapan selesai akhirnya hari yang dinantikan tiba. Kami sekeluarga menyewa sebuah mobil elf untuk menemani perjalanan kami menyusuri sepanjang perjalanan ini. Elf ini terasa cukup lega diisi oleh 7 orang dewasa dan 4 anak kecil + 1 driver, dan kami sewa dengan harga Rp.900.000/hari diluar bensin dan tol + makan driver dengan perkiraan jangka waktu sewa 3 hari. Harga ini terasa cukup reasonable karena perhitungan kami kalau menggunakan jasa kereta api untuk 11 orang sudah berapa? apalagi pesawat terbang, plus dengan elf ini kami tidak kesulitan untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Untuk mendapat jangka waktu sewa yang maksimal kami berangkat jam 12 malam ( hehe..ini usul Mr.Drivernya sendiri loh). Kami mulai menyusuri jalanan yang masih cukup ramai untuk jam 12 malam tapi sangat lancar, dan selang beberapa saat kami sudah tiba di jalan tol menuju Cikampek, dan akhirnya tiba di tol yang baru, kalau ga salah Cipali ya namanya...

Tol baru ini luruuuuuussss aja dan tidak ada lampu di kiri kanannya jadi kesannya gelaaaap, dan setelah beberapa saat Mr.Driver mulai kelihatan lelah. Untungnya ada tempat istirahat dan kamipun memutuskan berhenti sejenak. Turun dari mobil setelah berjam-jam kaki ga bisa lurus itu memang 'sesuatu' banget...hehehe.....di tempat istirahat ini ada pom bensin dan ada toko makanan snack juga. Duduk tengah malam begini meluruskan kaki ditemani bekal kue-kue dan teh panas yang kami bawa itu memang sesuatu kenikmatan yang ga bisa dikatakan lagi deh...saat dinginnya udara malam bercampur dengan hangatnya teh panas mengaliri tenggorokan memberikan sensasi yang luar biasa. Maknyussss kalo kata seorang pembawa acara kuliner di TV...hehe...

Setelah kami melanjutkan perjalanan, jam 06.30 WIB kami sampai di kota Pekalongan, tempat kelahiran orang tua saya (Ibu). Ibu saya langsung rame, ok kita cari makan di Rumah Makan Pojok aja... dan akhirnya kami nyasar...wkwkwk....setelah putar sana putar sini akhirnya ketemu juga tuh yang disebut Rumah Makan Pojok. Ternyata sekarang sudah berganti nama jadi Rumah Makan Simpang Lima, pantesan ga ketemu-ketemu.

Tempatnya bersih, makanannya ramesan pilih menu sendiri. Rasanya lumayan enak, apalagi sambelnya, maknyuss. Rasa lapar yang mendera terpuaskan, apalagi Enci yang punya tempat ramah banget, pelayanannya memuaskan, pagi itu aja udah cukup rame yang datang, recommended deh tempat ini.

Ternyata seluruh keluarga yang ada di Pekalongan sudah pergi lebih dahulu ke Semarang untuk mempersiapkan pernikahan kerabat kami itu. Ya udah kita juga langsung melanjutkan perjalanan menuju kota Semarang.

Di tengah perjalanan kami mulai kehabisan air minum, menyesal juga jadinya ga jadi bawa Aqua Galon yang sudah kami persiapkan karena pertimbangan berat dan sempit. Akhirnya kami berkali-kali mampir di Indomaret untuk beli Air Mineral botol. Setelah beberapa saat akhirnya kami mulai memasuki kota Semarang dan langsung diarahkan untuk menuju rumah salah seorang kerabat kami.

Beberapa saat kami beristirahat di sana, kamipun kemudian bersama-sama rombongan keluarga berangkat menuju tempat acara yaitu di daerah Bandungan, Semarang. Berbeda dengan kota Semarang yang panas, ternyata daerah Bandungan mempunyai hawa yang sejuk, suasananya mengingatkan saya akan kota Lembang, Bandung. Disana kami menginap di hotel Natalia, kamarnya berbentuk losmen-losmen dengan 3 buah kamar tidur, 2 buah kamar mandi, 1 meja makan, tersedia juga TV dan Pantry tapi tidak disediakan kompor :( sehingga kami cukup kesulitan untuk memasak air panas guna menyeduh kopi, teh maupun susu jahe yang kami bawa).

Malamnya kami pun mulai prosesi acara pernikahan kerabat kami tersebut yang diadakan di sebuah Rumah Makan yang menyediakan Sea Food dan Chinesse Food kalau ngga salah namanya Rumah Makan Nirwana.






Rasa makanannya sih standar menurut saya, tapi memang tempatnya cukup rame juga. Akhirnya hari itu kami tutup dengan kekenyangan wkwkwk....bersiap untuk menghadapi momen esok hari yang pasti menguras tenaga karena seharian akan mengikuti prosesi pernikahan kerabat kami itu. Tak lupa juga saya mempersiapkan kamera saya untuk latihan liputan wedding ceremonial esok hari. Karena kapan lagi ada tempat yang bisa buat latih skill photography saya selain di pernikahan saudara sendiri...:)

No comments:

Post a Comment